Saya
sering kali membayangkan dan menginginkan untuk mengetahui sosok para Nabi, dan
berhenti pada kesimpulan bahwa secara batin dan spiritual mereka sempurna
dengan keimanannya PASTI... !!! dan tak dipungkiri secara fisik mereka akan
mengalahkan kegantengan para aktor ya itu benar percayalah. ^^
Hingga
akhirnya saya jadi membayangkan sosok sebaliknya seperti Abu Lahab dan Fir'aun,
meskipun mereka telah tiada dan berada pada kerugian besar saya khawatir karena
sebetulnya bahkan sosok yang telah tiada tersebut karakternya mewariskan hingga saat ini
Na'udzubillahi min dzalik.
Ok
kali ini saya akan membahas secara singkat ada hal unik dan sangat menarik di
balik sosok yang termaktub pada alquran, ialah Fir’aun dan Abu Lahab.
A. Tentang
Fir’aun
Fir’aun
merupakan penguasa yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. Ia mahir dalam
bidang ilmu kimia untuk memproses tanah liat berubah menjadi batu normal.
Memang, jika dilihat dari spesifikasi batu yang digunakan, Piramida dibangun
dengan teknik yang penuh misteri. Sebelumnya Profesor Gilles Hug. dan Dr.
Michel Barsoum juga menegaskan bahwa Piramida dibangun dengan menggunakan
batuan asli dan batu-batu yang dibuat dari tanah liat yang kemudian dipanaskan.
Beribu tahun yang lalu? Aah sangat hebat bukan namun kecerdasannya menjadikan
dirinya terjatuh dalam jurang penyesalan selamanya. Ia adalah penguasa yang
tidak pernah merasakan sakit, sehingga kesombongannya melekat pada dirinya yang
menjadikan dirinya Tuhan dan tandinganNya.
B. Abu
Lahab
Kita
telah mengetahui bahwa dalam bangsa Arab mereka memiliki panggilan yang banyak,
seperti sebutan kunyah, nasab, dan lain sebagainya. Terkadang nama asli mereka
tidak setenar nama julukannya misalnya saja kita sering mendengar penyebutan
nama salah seorang periwayat hadits yaitu Abu hurairah, mungkin sebagian dari
kita hanya mengenal nama Abu Hurairah dibanding nama asalnya. Coba tebak siapa
nama aslinya? :D
Pada
akhirnya saya akan membahas secara singkat informasi penting mengenai nama Abu
Lahab yang termaktub dalam surat Al-Lahab, Allah Swt menyerunya dengan
panggilan ini karena suratan nasibnya berakhir dengan api. Nampaknya di
kalangan masyarakat pada masa itu, ia lebih banyak dipanggil dengan nama “Abu
‘Atbah. Tapi tahukah bahwa Abu Lahab memiliki kegagahan dan ketampanan pada
parasnya. Namun apalah arti keelokan paras tanpa adanya iman di hati, sungguh
Bilal yang terlahir hitam pekat pada fisiknya memiliki tingkat keimanan tinggi
yang lebih Allah cintai dari apapun.
Jika kita hanya melihat segalanya
dari luar kita bisa melihat dan mengambil pelajaran pada kaum terdahulu,
lihatlah negeri kaum 'Aad yang dikenal dengan sosok-sosok masyarakatnya yang
bertubuh kekar, negerinya subur, makmur, bangunan-bangunannya pun luar biasa
tapi dakwah Nabi Hud mereka tentang mentah-mentah dan mereka tak mau beriman
hingga Allah benar-benar binasakan kaum 'Aad hingga hancur pula
bangunan-bangunannya, sementara Nabi Hud dan pengikutnya yang beriman
diselamatkan Allah dan dipindahkan ke Tarim. Dan masih banyak kisah yang bisa
kita ambil hikmahnya yang telah berlalu ratusan bahkan ribuan tahun lamanya.
Semoga tulisan singkat ini bermanfaat, memberikan dampak positif, menambah
keyakinan dan keimanan kita semua. Aamin.
Desi
Apriani
Tangerang
Selatan-Bandung 29 Maret 2019
Masya Allah Keren sayang... Abi br liat. Masya Allah luar biasa bgt istri Abi.. 🥰😍
BalasHapus